Klutwit Sampul Buku by @Jalasutra_books
Berikut adalah rekap kultwit dari Penerbit Jalasutra ( @Jalasutra_books ) : Kritik Sampul Buku.
Kultwit bersama St. Sunardi. Kali ini temanya ttg #KritikSampulBuku
Kultwit ini dikutip dari #VodkadanBirahiSeorangNabi hlm 293-297
1. Kalau dikatakan secara teoretis, sampul buku menjadi salah satu medium untuk memfetiskan buku.
2. Dalam sampul terkandung pelbagai simbol (pengarang, judul, sampul, kata pengantar) untuk mengonstruksi nilai fetis dari sebuah buku.
3.  Orang sudah semakin sulit mengatakan: yang penting isinya!
4. Beli buku tidak hanya beli ilmu atau informasi, melainkan juga beli way of life, gaya hidup, fashion,
5. atau singkatnya, beli cara hadir dalam masyarakat sekarang.
6. sampul buku yang kuat mula-mula dimaksudkan agar buku tidak mudah rusak,
7. kemudian sampul indah dimaksudkan agar buku menjadi object of desire,
8. seni poster buku baru dimaksudkan agar calon pembeli mudah mengapropriasi buku yang ada.
9. Betapapun bagusnya sampul buku dan betapapun indahnya poster promosi buku baru, pada akhirnya buku baru harus dinilai dari isinya.
10. Buku adalah buku; buku tidak bisa dibela oleh poster, penerbit, atau malah pengarangnya.
11. Buku harus dibaca sendiri oleh pembacanya dan tidak bisa diwakili oleh pembuat sampul, [pembuat poster promosinya],
12. pembuat kata pengantar, penjual, maupun pembedahnya
13. Buku sejatinya bukan untuk dibeli, melainkan untuk dibaca.
14. Hanya dengan dibaca, suatu buku bisa melahirkan buku baru lagi yang lebih berkualitas.
15. Kepuasan seseorang tidak hanya dengan menenteng buku dengan sampul bagus atau hadir dalam duskusi buku yang meriah,
16. melainkan juga gelisah karena gagasan-gagasan dalam buku itu.
Demikian kultwit ttg #KririkSampulBuku bersama St. Sunardi.
@htanzil