Untuk Wishful Wednesday ke-3 ini saya akan memilih buku biografi dari seorang ilmuwan terkenal sepanjang masa, Albert Einstein (4 March 1879 – 18 April 1955).

Biografi Einstein ini ditulis oleh penulis biografi terkenal asal Amerika Walter Isaacson yang telah menulis biografi tokoh-tokoh terkenal antara lain Henry Kissinger, Benjamin Franklin, dan Steve Jobs.

Einstein-cover

Berikut detail dan deskripsi bukunya :

Judul : Einstein, Kehidupan dan Pengaruhnya Bagi Dunia

Penulis : Walter Isaacon

Penerbit : Bentang Pustaka

Cetakan : I, 2012

Tebal : 744 hlm

Bocah berusia lima tahun itu terus menggigil di ranjang tidurnya. Tapi bukan karena demam. Ia melihat jarum magnet, yang gerakannya seolah-olah dipengaruhi oleh kekuatan tersembunyi. Jarum itu membangkitkan rasa ingin tahu yang memotivasinya kelak, seumur hidupnya. Ayahnya memberi tahu bahwa benda menakjubkan itu bernama kompas …

Belasan bahkan puluhan tahun kemudian, Albert Einstein—lelaki kecil tadi—terus mengingat pertemuan pertamanya dengan kompas. Ketakjubannya akan kesetiaan jarum pada medan yang tak terlihat.

Kecerdasan Einstein memang melampaui zamannya. Masa muda Einstein penuh pemberontakan terhadap aturan. Ia bahkan menjadi panutan suci bagi anak-anak sekolah yang bermasalah di mana saja.

Tak hanya itu, di puncak karirnya, penolakan keras Einstein terhadap penggunaan senjata membuatnya begitu dicintai sekaligus dibenci. Ia bahkan menjuluki negara-negara pengibar perang sebagai “orang kaya yang berusaha mengusir kebosanan”.

Dalam biografi ini, Walter Isaacson tak hanya berhasil membedah pemikiran Einstein, tetapi juga menampilkan sisi “manusia” dari

###

Nah, beberapa hari yang lalu Penerbit Bentang Pustaka men-twit tentang bagian dari buku ini yang menceritakan tentang kisah misterius di balik otak  einstein setelah beliau meninggal dunia. Saya copy pastekan di sini ya :

otak dan einsteinAda yang penasaran nggak dgn apa yg terjadi sama otak ilmuwan ini setelah dia meninggal? Ternyata otaknya ga ikut dikremasi, lho.

Berbeda dgn ilmuwan lain yg ketika meninggal jenazahnya mdpt perlakuan sgt istimewa, Einstein menginginkan hal lain yg sederhana.

Ia meminta mayatnya dikremasi secara sederhana di Trenton, saat sore hari pada hari meninggalnya.

Maka sesuai permintaannya, ia pun dikremasi. Sebelum sebagian besar orang di seluruh dunia sempat mendengar kabar kematian tsb.

Hanya 12 orang yg hadir di krematoriumnya, termasuk anak dan beberapa orang keluarga dekat.

Beberapa baris karya Goethe dibacakan saat abu Einstein ditebar ke Sungai Delaware.

New York Times memuat sembilan artikel ditambah tajuk rencana ttg kematian Einstein keesokan harinya.

Einstein bersikeras abunya disebarkan sehingga tempat peristirahatan terakhirnya tidak menjadi tempat pemujaan yang tidak wajar.

Namun, ada satu bagian tubuhnya yang tidak dikremasi. Yaitu, otak.

Antara lucu dan mengerikan, otak Einstein ternyata telah mengembara ke sana kemari selama lebih dari empat dekade.

Berjam-jam setelah kematian Einstein, otopsi rutin dilakukan oleh ahli patologi Rumah Sakit Princeton, Thomas Harvey.

Ia mengeluarkan & memeriksa setiap organ penting, lalu menggunakan gergaji listrik utk memotong tengkorak & mengeluarkan otaknya.

Ketika menjahit kembali tubuh Einstein, dia memutuskan, tanpa meminta izin, untuk mengawetkan otak Einstein dan menyimpannya.

Hans Albert (anak laki-laki Einstein) menelepon rumah sakit untuk menyatakan keberatannya atas disimpannya otak tersebut.

Tetapi Harvey bersikeras mungkin ada nilai ilmiah jika meneliti otak tersebut. Katanya Einstein pasti ingin hal itu dilakukan.

Tak lama kemudian, Harvey diserbu oleh mereka yang menginginkan otak Einstein atau bagian otak tersebut.

Termasuk o/ pejabat dept. patologi Angkatan Bersenjata A.S. Namun Harvey menolak. Melindungi otak tsb telah menjadi sebuah misi.

Bertahun-tahun kemudian, Harvey terus membawa potongan-potongan otak Einstein kemanapun ia pergi.

Di antara puluhan orang yg diberi potongan otak Einstein oleh Harvey, hanya 3 yang menerbitkan penelitian ilmiah penting.

Baik tim pertama, kedua dan ketiga menemukan beberapa perbedaan otak Einstein dibanding manusia normal.

Seperti sel saraf otak Einstein yang membutuhkan lbh banyak energi dibanding otak manusia pada umumnya.

Salah satu bagian otak Einstein, korteks serebri, juga ditemukan lebih tipis dibandingkan lima sampel otak lain.

Di salah satu bagian otak lainnya, otak Einstein jg ditemukan lebih lebar sekitar 15% dari manusia normal.

Akan tetapi memahami imajinasi dan naluri Einstein tidak bisa didapatkan dgn meneliti pola jaringan penghubung dan alur otaknya.

Pertanyaan yang relevan adalah bagaimana pikirannya bekerja, bukan otaknya.

Seperti yang sering dikatakan Einstein mengenai pencapaiannya: ‘I have no special talents. I am only passionately curious’.

###

 Apa itu Wishful Wednesday?
Ini adalah meme blog yang digagas oleh Astrid Lim di blog bukunya ‘Book to Share’ dimana peserta yang ikut meme blog ini memposting buku apa yang ingin dimiliki saat ini. Karena judulnya Wishful Wednesday maka postingannya tentu saja di hari Rabu.

Tertarik ikutan? ini cara-caranya :

wishful-wednesday31. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)

2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)
@htanzil