Beranda

Puisi : Meditasi Membaca Buku by Wiji Thukul

Tinggalkan komentar

thukul2

Meditasi Membaca Buku

by Wiji Thukul

 

Buku membuat aku jadi pribadi sendiri

Aku terpisah dari orang-orang

Yang bekerja membangun dunia

Dengan pukul palu peluh dan tenaga

Aku merasa lebih mulia

Karena memiliki pengetahuan dan mampu membeli

Aku merasa plus dan tak rendah diri

Lebih dari yang lain

Biarpun tak meninddakkan apa-apa

 

Aku bisa membuat alasan

Aku jadi lebih pintar beragumentasi

Dan diskusi panjang lebar

Biarpun tidak meninddakkan apa-apa

 

Aku kenal penyair-penyair besar

Dan merasa lebih berarti

Aku mengangguk-angguk saja ngantuk

Mengagumi orang-orang besar

Pikiranku meloncat-loncat

Mencekal rumu-rumus

Dengan kepercayaan yang tulus

Lalu merasa lain dari yang kemarin

Dan lebih ilmiah

Biarpun tidak menindakkan apa-apa

Dan taak berani menolak printah

Apalagi membangkang si pemerintah

Yang tak berakal sehat

 

Buku membuat tanganku tak kotor

Aku merasa takut kotor

Dan disebut tukang

Biarpun aku ini sama saja

Dengan kalian yang bekerja

Menggali jalan-jalan untuk telephone

Yang bekerja dengan pukul palu peluh dan tenaga

Mendirikan gedung-gedung bagus dan kantor negara

 

Buku-buku mendudukkan aku di tempat yang tak boleh diganggu

Saudara-saudara bangunkan aku!

 

sorogenen, 14 Maret 1988

Sumber :

Para Jendral Marah-Marah by Wiji Thukul

Booklet Majalah TEMPO edisi khusus Mei 2013

Resensi booklet Para Jendral Marah-Marah bisa dibaca di sini

@htanzil

Wishful Wednesday #6

7 Komentar

Di Wishful Wednesday ke 6 kali ini pilihan saya jatuh pada novel ini

pasung jiwa

Kenapa saya menginginkan novel ini? selain suka dengan tema karya-karya  Okky Madasari yang selalu mengangkat isu-isu sosial, Okky Madasari juga merupakan  salah satu penulis favoritku.  Novel Pasung Jiwa ini masih fresh , dan baru saja edar di toko-toko buku.

Berikut detail bukunya :

Judul : Pasung Jiwa

Penulis : Okky Madasari

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : I, 2013

Tebal : 328 hlm

Apakah kehendak bebas benar-benar ada?
Apakah manusia bebas benar-benar ada?

Okky Madasari mengemukakan pertanyaan-pertanyaan besar dari manusia dan kemanusiaan dalam novel ini.

Melalui dua tokoh utama, Sasana dan Jaka Wani, dihadirkan pergulatan manusia dalam mencari kebebasan dan melepaskan diri dari segala kungkungan. Mulai dari kungkungan tubuh dan pikiran, kungkungan tradisi dan keluarga, kungkungan norma dan agama, hingga dominasi ekonomi dan belenggu kekuasaan

——

Ini adalah novel ke 4 dari Okky Madasari, pemenang Khatulistiwa Literary Award 2012  dimana semua karya-karya Okky selalu mengusung realita ketidakadilan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Ketiga novel tersebut yaitu  Entrok (2010) yang berkisah tentang dominasi militer di jaman order baru, 86 (2011) yang berkisah tentang fenomena korupsi, dan Maryam (2012): Perempuan yang Terusir Karena Iman yang mengisahkan tentang jemaah Ahmadiyah daam pengungsian.

Novel Pasung Jiwa ini diluncurkan pada tgl 13 Mei 2013 dalam rangka memperingati 15 tahun reformasi yang juga  menggelar pertunjukan teater bertajuk Pasung Jiwa arahan sutradara Herry W. Nugroho   di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki.

###

Apa itu Wishful Wednesday?
Ini adalah meme blog yang digagas oleh Astrid Lim di blog bukunya ‘Book to Share’ dimana peserta yang ikut meme blog ini memposting buku apa yang ingin dimiliki saat ini. Karena judulnya Wishful Wednesday maka postingannya tentu saja di hari Rabu.

Tertarik ikutan? ini cara-caranya :

wishful-wednesday31. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)

2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)
@htanzil
 

Berbicara Tentang Resensi

Tinggalkan komentar

Baru tau ternyata ada namaku disebut-sebut di blog rumahbaca.wordpress

cropped-rumahbaca

tepatnya di tulisan berjudul

Klub Buku Kita: Berbicara Tentang Resensi

ini kutipannya :

Fachmi, anggota Klub Buku Kita, tanya, “Bagaimana membuat resensi yang baik itu?” Ronny dan Aldo tak memberikan jawaban detil. Mereka merujuk ke sosok yang sangat dikenal dalam dunia resensi Indonesia yaitu Hernadi Tanzil (4). Di dunia maya, Hernadi membangun blog yang berisi resensi terhadap buku-buku yang sudah dibacanya (5). Dari sana, kita bisa belajar bagaimana menulis satu resensi yang baik. Soal gaya penulisan bisa menyusul kemudian. Seorang pemula bisa mengawali dengan meniru terlebih dahulu, lambat laun ia akan menemukan gayanya tersendiri. Namun yang terpenting adalah “mulai menulis”.

Tapi soal namaku tidaklah penting 🙂 yang lebih penting tentunya membaca tulisan utuhnya tentang resensi buku yang bisa  dibaca di sini

 

@htanzil

 

Rapid Fire Questions

6 Komentar

stock-photo-8633187-book-question-on-white-backgroundRapid Fire Questions (RFQ) adalah ‘permainan berantai’   dimana para blogger diwajibkan untuk menjawab 10 pertanyaan wajib dan 5 pertanyaan tambahan dari si pemberi RFQ. Beberapa hari ini di blog para BBI-ers (sebutan untuk para member Blogger Buku Indonesia) sedang diramaikan dengan RFQ, sampai-sampai sayapun ketiban RFQ dari Lulu & Fanda  yang harus saya jawab dan lemparkan kepada para blogger lain. 🙂

Saya rasa RFQ ini walau terkesan main-main namun bermanfaat juga untuk mengetahui sejauh mana kecintaan dan antusias para blogger terhadap buku dan membaca. Dan bukan tidak mungkin kita akan mendapat inspirasi dari RFQ ini, karenanya bagi yang ketiban PR berantai ini jangan cemberut ya… 🙂

RAPID FIRE QUESTIONS

Pertanyaan wajib :

1. Nambah atau ngurangi timbunan?

Nambah, soalnya gak tahan kalau lihat ada buku baru yang menarik, belum lagi ditambah buntelan dari penerbit yang terus mengalir

2. Pinjam atau beli buku?

Beli, kalau pinjam rasanya gak puas.

3. Baca Buku atau nonton film?

Baca Buku donk, baca buku itu sudah jd kebutuhan, nonton film sih cuman buat hiburan doank.

4. Beli buku online atau offline (tobuk yg temboknya bisa disentuh)

Seringnya online karena waktu untuk ke tobuk terbatas, dan lagi online suka banyak discount-nya 🙂

5. (penting) Buku bajakan atau ori

Ori tentu saja. Karena saya menghargai hak cipta penulis dan usaha keras yang dilakukan para pekerja buku

6. Gratisan atau Diskonan?

Tentu saja Gratisan nomor satu, diskonan nomor dua 🙂

7. Beli pre order atau menanti dengan sabar

Menanti dengan sabar, kecuali kalau pre order itu didiscount atau banyak hadiahnya.

8. Buku asing (terjemahan) atau lokal?

Tegantung jenisnya, kalau untuk  buku referensi sejarah saya pilih terjemahan.

9. Pembatas buku penting atau biasa saja

Penting, karena menandai progres bacaan dengan melipat buku itu ‘haram’

10. Bookmark atau pembungkus chiki.

Bookmark donk, pembungkus chiki itu kotor.

Pertanyaan Tambahan dari Lulu

11. Mengoleksi buku cetakan pertama, penting nggak?

Penting, terutama buku-buku yang berpengaruh pada dunia.

12. Komik atau cerita bergambar

Komik, kalau cerita bergambar itu setengah komik setengah novel, sy gak suka cerita bergambar 🙂

13. Pinjam di rental atau perpustakaan

Tergantung jenis bukunya, kl novel di rental saja, kl buku2 referensi ya di perpus 🙂

14. Cover Asli atau Cover film

Cari aja mana yang bagus, cover asli or film. Tapi jujur aja lebih suka cover asli, lebih original kesannya.

15. Hogwarts (Harry Potter) atau Hobbiton (The Hobbit)?

Howgarts, lebih modern, jadi terkesan lebih realistis

Dan ini pertanyaan dari Fanda

16.  Literary fiction atau popular fiction?

Literary Fiction, tapi sesekali baca popular fiction juga.

17. Kalau kalian hanya boleh mengkoleksi buku-buku dari 1 pengarang saja, pengarang siapa yang kalian pilih?

Pramoedya Antanta Toer

18.  Saat membaca, suka membuat catatan atau tidak?

Tidak, tapi menandai hal-hal penting dengan  stabillo

19. Baca 1 buku saja atau baca bersamaan beberapa buku?

Seringnya baca bersamaan beberapa buku, makanya lama tuntasnya 🙂

20. Introductory di awal buku: baca sebelum atau sesudah baca cerita? Atau tidak pernah baca?

Kalau buku fiksi baca pengantarnya setelah selesai baca, kalau non fiksi sebelumnya.

###

Nah itu tadi pertanyaan-pertanyaan yang harus kujawab. Sekarang karena ini merupakan permainan berantai, saya akan teruskan RFQ ini kepada 5 teman saya yaitu :

Melissa, NdariSelviDion,Helvry, dan Ika

Dan pertanyaan dari saya sbb :

1. Buku fisik atau e-book?

2. Novel atau kumpulan cerpen?

3.  Kalau punya buku dobel, swap or giveaway?

4. Sebelum tidur baca buku atau nonton film?

5 . Punya buku banyak tapi berantakan atau buku sedikit tapi rapih penempatannya.


###

Nah, itu pertanyaan dariku, silahkan dijawab dan lemparkan kembali ke 5 teman lainnya ya..

Moga manfaaat 🙂

@htanzil