thukul2

Meditasi Membaca Buku

by Wiji Thukul

 

Buku membuat aku jadi pribadi sendiri

Aku terpisah dari orang-orang

Yang bekerja membangun dunia

Dengan pukul palu peluh dan tenaga

Aku merasa lebih mulia

Karena memiliki pengetahuan dan mampu membeli

Aku merasa plus dan tak rendah diri

Lebih dari yang lain

Biarpun tak meninddakkan apa-apa

 

Aku bisa membuat alasan

Aku jadi lebih pintar beragumentasi

Dan diskusi panjang lebar

Biarpun tidak meninddakkan apa-apa

 

Aku kenal penyair-penyair besar

Dan merasa lebih berarti

Aku mengangguk-angguk saja ngantuk

Mengagumi orang-orang besar

Pikiranku meloncat-loncat

Mencekal rumu-rumus

Dengan kepercayaan yang tulus

Lalu merasa lain dari yang kemarin

Dan lebih ilmiah

Biarpun tidak menindakkan apa-apa

Dan taak berani menolak printah

Apalagi membangkang si pemerintah

Yang tak berakal sehat

 

Buku membuat tanganku tak kotor

Aku merasa takut kotor

Dan disebut tukang

Biarpun aku ini sama saja

Dengan kalian yang bekerja

Menggali jalan-jalan untuk telephone

Yang bekerja dengan pukul palu peluh dan tenaga

Mendirikan gedung-gedung bagus dan kantor negara

 

Buku-buku mendudukkan aku di tempat yang tak boleh diganggu

Saudara-saudara bangunkan aku!

 

sorogenen, 14 Maret 1988

Sumber :

Para Jendral Marah-Marah by Wiji Thukul

Booklet Majalah TEMPO edisi khusus Mei 2013

Resensi booklet Para Jendral Marah-Marah bisa dibaca di sini

@htanzil