Beranda

Wisful Wednesday #15 : Kerajaan-kerajaan Nusantara Pascakeruntuhan Majapahit: Hikayat dan Sejarahnya

7 Komentar

Di WW ke 15 kali ini saya memilih sebuah buku sejarah nan sexy, setebal 1.658 halaman! ini dia penampakkan bukunya :

kerajaan nusantara

Sexy banget kan? sayangnya keseksian buku ini tidak ditunjang dengan tampilan cover yang menawan, sehingga secara keseluruhan tampilan buku ini seperti sebuah Tesis ya.

Namun terlepas dari cover yang bagi saya kurang menarik melihat ketebalan dan daftar isi buku ini maka bisa dibilang ini buku referensi tentang kerajaan-kerajaan Nusantara paska runtuhnya Majapahit yang lengkap.  Oya, Ivan Taniputera sebelumnya pernah menulis buku berjudul Histoy of China (2008) .

 

daftar isi sejarah kerajaanDan ini deskripsi tentang buku ini yang ditulis oleh Ivan Taniputera, penulis buku ini.

Judul : Kerajaan-kerajaan Nusantara Pascakeruntuhan Majapahit: Hikayat dan Sejarahnya
Pengarang : Ivan Taniputera
Penerbit : CV. Gloria
Halaman : 1.658 + hard cover

Bagi negeri kita yang terdiri dari beribu pulau dengan beragam suku bangsa, adat istiadat, dan bahasanya, sejarah lokal sesungguhnya merupakan bagian sejarah nasional yang sangat penting dan tak terpisahkan. Sebelumnya, riwayat berbagai kerajaan di Kepulauan Nusantara pascakeruntuhan Majapahit selaku sejarah lokal masih belum banyak disentuh. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh minim dan terseraknya berbagai sumber sejarah. Dewasa ini, nampak kebangkitan minat masyarakat kita terhadap sejarah, baik umum maupun lokal. Banyak buku kajian sejarah lokal telah ditulis, baik oleh para sejarawan dalam maupun luar negeri. Buku ini dimaksudkan sebagai pelengkap kepustakaan sejarah lokal di negeri kita, dimana seiring dengan tumbuhnya minat masyarakat dan kaum cendekiawan, penulis terdorong merangkum sejarah berbagai kerajaan tersebut,sehingga dapat diperoleh literatur mengenai perkembangan sejarahnya.

Buku ini mencatat riwayat perkembangan berbagai kerajaan mulai dari zaman hikayat/ penuturan lisan hingga tersedianya dokumen-dokumen sejarah, seperti laporan-laporan asing, naskah-naskah perjanjian (korte serta lange verklaring), dan lain sebagainya. Meski disebut “pascakeruntuhan Majapahit” namun batasan ini juga tidak dapat terlalu ketat diikuti. Beberapa kerajaan telah ada sebelum keruntuhan Majapahit, sebagai contoh adalah Kedatuan Luwu, yang ada di Sulawesi Selatan. Pemaparan riwayat ratusan kerajaan tersebut akan dibagi berdasarkan pulau-pulaunya.

Sebagai contoh, di Sumatera kita dapat membaca mengenai tidak hanya kerajaan-kerajaan besar dan telah terkenal saja (seperti Aceh, Asahan, Deli, Langkat, Serdang, Palembang, Jambi, Riau Lingga, Siak Sri Indrapura, dan lain sebagainya), melainkan juga berbagai kerajaan yang kemungkinan jarang terdengar di telinga pembaca, seperti berbagai keuleebalangan di Aceh (seperti Pidie, Samadua, Bloe, Samalanga, dan lain sebagainya). Buku  ini mengulas mengenai 86 kerajaan-kerajaan para uleebalang dan masih ditambah lagi kerajaan-kerajaan di Gayo dan Alas. Tidak ketinggalan pula kerajaan-kerajaan di Tanah Simalungun, Karo, Rokan, Batubara, dan lain sebagainya.

Kita akan menapak tilasi pula ujung barat hingga ujung timur pulau Jawa. Kita akan mengulas sejarah kerajaan-kerajaan besar, seperti Banten, Cirebon, dan Mataram (yang terpecah menjadi Yogyakarta, Surakarta, Mangkunegaran, dan Pakualaman). Kendati demikian, kita dapat membaca pula mengenai Kerajaan-kerajaan Sumedang Larang, Blambangan, kadipaten-kadipaten di Madura (Sumenep, Bangkalan, dan Pamekasan), dan kadipaten-kadipaten berumur singkat di kawasan Yogyakarta (Nanggulan serta Kalibawang). Banyak orang melupakan bahwa di Sumenep terdapat kraton atau istana, sebagaimana halnya di Jawa.

Di Pulau Bali kita tidak hanya mendapati riwayat kedelapan kerajaan utama saja (astanegara): Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan; melainkan juga kerajaan Mengwi, Sukawati, Taman Bali, dan Payangan.

Di Kalimantan barat terdapat kerajaan-kerajaan seperti Pontianak, Mempawah, Landak, Sintang, Sukadana, dan lain sebagainya. Kendati demikian, banyak orang melupakan bahwa di Kapuas Hulu juga terdapat kerajaan-kerajaan Bunut, Silat, Suhaid, Piasa, Jongkong, dan lain sebagainya. Selain itu, di Melawi juga terdapat beberapa kerajaan kecil pula. Di Kalimantan tengah terdapat kerajaan Kotawaringin, yang masih berkerabat dengan Kesultanan Banjar di Kalimantan Selatan; bahkan di buku ini juga meriwayatkan beberapa kerajaan pesisir kecil di Kalimantan Selatan, seperti Pagatan, Sambaban, Kusan, Cantung, Cingal, Tanah Bumbu, dan lain sebagainya. Lalu di Kalimantan Timur kita akan mengenal kerajaan Berau (kelak terbagi menjadi Sambaliung dan Gunung Tabur), Kutai Kertanegara, Pasir, dan juga beberapa kerajaan di kawasan Tanah Tidung.

Kemudian di Sulawesi juga terdapat banyak kerajaan.

  • Di kawasan Nusa Utara, terdapat kerajaan-kerajaan Siau, Tagulandang, Sangir-Talaud, dan lain-lain.
  • Di kawasan Gorontalo terdapat kerajaan-kerajaan Gorontalo, Limboto, Bone, Suwawa, dan lain-lain.
  • Di kawasan Sulawesi Tengah terdapat kerajaan-kerajaan Banawa, Palu, Sigi, Dolo, Parigi, Banggai, Tojo, Una-una, dan lain-lain.
  • Di kawasan Sulawesi Barat terdapat kerajaan-kerajaan etnis Mandar, yang dikenal sebagai pitu ulunna salu dan pitu baba’na binanga.
  • Di kawasan Sulawesi Selatan terdapat kerajaan-kerajaan Gowa, Tallo, Luwu, Soppeng, Wajo, Sidenreng, Rappang, Alitta, dan lain sebagainya.
  • Di kawasan Sulawesi Tenggara terdapat kerajaan-kerajaan Konawe, Laiwui, Buton, Muna, Mekongga, dan lain sebagainya.

Di Maluku kita dapat menjumpai kerajaan Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo, dan lain sebagainya. Bahkan di Papua juga terdapat kerajaan-kerajaan seperti Kaimana, Sekar, Wertuar, Namatota, Arguni, dan lain sebagainya.

Di Nusa Tenggara Barat juga terdapat banyak kerajaan.

  • Di Lombok pernah berdiri kerajaan-kerajaan Pejanggik, Banjar Getas, Mataram Lombok, Singasari Lombok, Kediri, dan lain sebagainya.
  • Di Sumbawa pernah berdiri kerajaan-kerajaan Sumbawa, Bima, Dompu, Tambora, Papekat, dan Sanggar.

Di Nusa Tenggara Timur terdapat pula banyak kerajaan.

  • Di Flores kita mengenal kerajaan-kerajaan Larantuka, Sikka, Kangae, Nita, Ngada, dan lain sebagainya.
  • Di Timor kita mengenal kerajaan-kerajaan Amanuban, Amarasi, Amanatun, Biboki, Insana, Kupang, Mollo, Sonbai, dan lain sebagainya.
  • Di Rote-Ndao kita mengenal kerajaan-kerajaan Baa, Bilba, Bokai, Delha, Dengka, dan lain-lain.
  • Selain itu masih terdapat lagi kerajaan Alor, Barnusa, Terong, Lamahala, Lohayong, Lamakera, dan lain-lain.

Sebagai pelengkap terdapat pula gambar bendera-bendera dan lambang berbagai kerajaan di kepulauan Nusantara beserta kronologi raja-raja yang memerintah kerajaan-kerajaan tersebut. Buku ini dapat menjadi referensi berharga bagi mereka yang ingin mengenal sejarah daerah masing-masing dan menjadi pelengkap bagi kajian sejarah nasional. Kita dapat menarik pula berbagai pelajaran berharga terkait kejatuhan berbagai kerajaan ke dalam belenggu kolonialisme. Tentunya ini dapat menjadi pelajaran berharga di masa sekarang. Terlepas dari semua hal di atas, buku ini dapat pula menjadi koleksi berharga yang akan semakin bertambah nilainya.

###

Buku yang dibandrol seharga Rp. 750 rb ini tidak bisa kita temui di toko-toko buku melainkan harus memesannya karena buku ini dicetak secara POD (Print on Demand). Dimana bisa memesannya?  silahkan pesan by email ke  : ivan_taniputera@yahoo.com.

Apa itu Wishful Wednesday?
Ini adalah meme blog yang digagas oleh Astrid Lim di blog bukunya ‘Book to Share’ dimana peserta yang ikut meme blog ini memposting buku apa yang ingin dimiliki saat ini. Karena judulnya Wishful Wednesday maka postingannya tentu saja di hari Rabu.

Tertarik ikutan? ini cara-caranya :

wishful-wednesday31. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)

2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

@htanzil

Iklan

Wisful Wednesday #14 : Riwu Ga, 14 Tahun Mengawal Bung Karno

Komentar Dinonaktifkan pada Wisful Wednesday #14 : Riwu Ga, 14 Tahun Mengawal Bung Karno

Setelah beberapa minggu absen posting WW, di postingan ke 14 ini  saya memilih buku ini

buku-riwu-ga

Kenapa saya memilih buku ini? Keterangan tentang buku ini saya peroleh dari buku Total Bung Karno, Serpihan Sejarah yang Tercecer  by Raso Daras. Dan apa yang diungkapkan oleh Raso Daras dalam bukunya itu membuat saya penasaran dan ingin membacanya.

Siapa itu Riwu Ga?

“Pada tahun 30-an, ketika Bung Karno dibuang ke Ende, tersebutlah satu nama yang kemudian akan menjadi orang penting dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia. Orang itu bernama Riwu Ga . Dialah yang kemudian dikenal sebagai pembantu sekaligus pengawal Bung Karno sejak tahun 1930-an sampai 1945. Kurang lebih 14 tahun lamanya Riwu mendampingi Bung Karno dalam segala suka duka. Ia menjadi pesuruh, menjadi pengawal, sekaligus menjadi pelakon dalam lakon-lakon tonil karya Bung Karno.”  (Total Bung Karno – Raso Daras, hlm 182)

Riwu Ga juga berjasa besar dalam menyebarluaskan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Beberapa saat setelah proklamasi dibacakan bung Karno menugaskan Riwu Ga untuk menyebarluaskan berita itu.  Dalam menjalankan tugasnya itu Riwu Ga bersama Sarwoko mengendarai jip terbuka. Sarwoko mengemudi sedangkan Riwu Ga berdiri sambil melambai-lambaikan bendera merah putih dan berteriak-teriak sepanjang jalan, “Kita sudah merdekaaaaa…..!”

Tentang buku ini Raso Daras menulis bahwa buku ini memuat kisah Riwu Ga yang bernilai sejarah tinggi dan menyimpan banyak sekali catatn sejarah berdirinya Republik Indonesia yang barangkali belum terpublikasikan di buku mamapun.  Buku ini juga memuat naskah drama karya Bung Karno yang sebelumnya tersimpan rapih di tangan Rachmawati (putri bung Karno)

Demikian sekilas tentang buku yang menjadi WW-ku kali ini. Sepertinya sudah sulit untuk mendapatkan buku tersebut. Buku tsb diterbitkan oleh Koran Utama Indonesia, 2004.  Kalau ada yang tau dimana saya bisa mendapatkan buku itu kontak2 saya ya 🙂

Apa itu Wishful Wednesday?
Ini adalah meme blog yang digagas oleh Astrid Lim di blog bukunya ‘Book to Share’ dimana peserta yang ikut meme blog ini memposting buku apa yang ingin dimiliki saat ini. Karena judulnya Wishful Wednesday maka postingannya tentu saja di hari Rabu.

Tertarik ikutan? ini cara-caranya :

wishful-wednesday31. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)

2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

@htanzil

Perjuangan Total Diana AV Sasa untuk Perpustakaan dBuku

7 Komentar

Berikut adalah twit Diana AV, Sasa ( ) penulis, pejuang literasi, dan aktivis partai,  Dalam twit-nya ini ia menceritakan tentang perjuangannya mempertahankan dan mengelola perpustakaan dbuku di Surabaya.

Twitternya ini saya copy paste secara utuh, saya hanya mengubah  singkatan-singkatan dalam twit-nya untuk kenyamanan pembaca di blog ini.

Semoga menginspirasi.

 

dbuku

1. itu saya rintis 17 Agustus 2008, Pertemuan pertama deng ,event buku pertama yg mempertemukan saya dg komunitas buku di

2. Awalnya hanya buku koleksi pribadi yang saya pinjamkan pada teman2, Saya catat di buku peminjaman, saya denda kalau telat, rusak, hilang

3.Lalu saya belajar nulis pd selama setahun lebih, sampai jadi buku pertama Para Penggila Buku. Dia meracuni saya, terobsesi punya

4. Hasil penjualan Para Penggila Buku saya belikan buku untuk menambah koleksi .

5. Para Penggila Buku mengantarkan saya ke panggung seminar dan pelatihan. Honornya say belikan buku lagi. Makin banyak koleksi

6. Tahun 2010 saya mendapat hibah dari Depdiknas untuk  membuat  perpustalaan  di mall. pun berdiri mentereng di sudut lt 3 royal plaza

7. Perpustakaan megah, bangunnya mahal, operasional mahal, saya kelabakan mencari pemasukan untuk menutup kebutuhan . Mall tdk bisa dinego.

8. pakai 3 stand dengan  sewa, 2 stand lunas, 1 stand kurang 3 bulan.  Saya kehabisan duit. Pemasukan sepi. Mall tak mau tahu. Bisnis is bisnis

9. Saya terus nego dengan mall untuk brmurah hati memberi  kelonggaran.  Mentok. disegel. Kami tak bisa cari pemasukan. Operasional berhenti total

10.Langkah penyelamatannya adalah mmboyong ke rumah kontrakan saya di  yang sempit di dalam kampung. Angkat kaki dari mall

11. Perlahan-lahan  bisa bernapas lega. Bikin giat. Pinjamkan buku. Terima titipan dan hibah. Nerbitin buku. Lumayan lah

12. Tapi kerja masih belum bisa profit. Saya harus potong penghasilan pribadi untuk  mnghidupi perpustakaan. Tidak  cukup utk survive di 

13. Saya  tidak  berani mencari dana dari Diknas lagi karena program pertama gagal total. Saya tidak punya link ke swasta. Saya hidupi sendiri sebisa saya.

14. Saya nyaris sendirian, memikirkan  dana, program, sampai administrasinya. Entah bagaimana tapi  tetap bisa jalan, eksis meski kembangkempis.

15. Tak banyak yang tau dalam setiap kegiatan  gaji saya slalu tersedot. Yang mereka tahu aktif, pasti banyak dana.

16. Setiap ada kawan minta dibuatkan acara launching sy trima dengan bantu sebisanya. Buat sebagus mungkin. Datangkan massa sebanyaknya

17. Acara selalu ramai dan diliput media. Soal media, itu keahlian saya mengolahnya tanpa harus ada budget. Kawan2 senang. juga eksis

18. jarang untung dari acara buku itu, tekor iya. Tapi  terus berjalan. Dengan begitu mungkin ada sponsor melirik, eh boro2.

19. Kalo ada penulis ke selalu saya todong mampir ke untuk diskusi. Persepsi orang mungkin kaya sehingga bisa datangkan penulis beken.

20. Untung ada , nawi, yg bantu saya suka rela, juga , yang selalu sedia bantu-bantu  kalau saya punya gawe, i lv u all.

21. mereka juga kawan2 yang sering hadir di acara dan terus pinjam buku.  Adalah picu semangat saya untuk terus bergerak. Setengah gila mungkin.

22. Gila karena jelas tak menguntungkan, tapi memberi saya kebahagiaan tak ternilai saat berbagi buku dengan pengtahuan

23. Gita Nawi menikah. Kerja ikut di padma tour. Saya sendirian total. Semakin berat. Tapi harus terus bergerak

24. Waktu berjalan, tak sadar kontrakan rumah habis masa sewa. Mampus lah saya karena saya tak punya sumber besar utku mendanai. terancam

25. Lalu saya ditugaskan DPP partai untuk kawal pilkada . Ini jalan keluar, pikir saya. Berangkatlah saya dan rela 3 bulan jauh dari

26. Selama saya tinggal, tak terurus. Jadi sarang penyamun, tempat mabuk-mabukan. Runtuh sudah segala kewibawaan buku

27. Pilkada Magetan menang, saya bisa nabung untuk kontrakan , tapi masih kurang banyak. Saya ditugaskan lagi ke pilkada 1 bulan.

28. Pilkada kami kalah. Pulang gigit jari. Kontrakan sudah habis masa sewa. Uang belum terkumpul. Operasional terus jalan

29. Tugas mmanggil lagi, pilgub jatim. Saya tinggal lagi  dengan harapan bisa nambah cicilan sewa rumah. Nyaris 8 bulan saya tinggalkan Surabaya

30. Pilgub dapat tugas urus relawan 6 kabupaten di Mataraman. Namanya relawan, tak ada dana yang jelas. Terpaksa tabungan terpakai

31. Naik motor saya keliling 6 kabupaten itu utk . Kemampuan saya terbatas. Relawan tidak maksimal. Kami kalah.

32. Balik kandang, amunisi habis, makin terancam. Negosiasi dengan pemilik rumah gagal. Harus angkat kaki.

33. bangkrut. Rak2 sebagian dijual, buku-buku  sebagian dihibahkan, sebagian dijual, sisanya diboyong ke kampung halaman saya di .

34. Sedih? Pasti. itu hidup saya. Tp kata bangkrut itu biasa. Kota Detroit saja bisa bangkrut kok.

35. Tengah malam nanti akan diangkut truck meninggalkan

36. Saya  tak mau menyaksikan boyongan , takut pingsan! Saya lari menjauh dan mbiarkan semua diurus kuli angkut

37. Sebagian kawan nanya: kamu politisi, kan bisa minta dana hibah dewan utk ? Sudah usaha, ga dapet coy.

38. Sebagian lagi gak percaya bangkrut, ah pencitraan ‘lu aja karen ‘lu kan caleg propinsi, nomor 3 pula, kata mereka <–timpuk buku bantal

39. Banyak orang mengira kalau caleg nomor bagus selalu duit banyak. Eh saya aja kaga tau kok dapat nomor 3 karena apa. Daripada buat nyaleg mending buat

40. Nomor caleg saya memang ditarget jadi, tapi saya juga ga tau gimana caranya jadi tanpa beli pemilih. Saya cuman putakawan , penulis lepas.

41. Ada lagi yang nanya, kok mau di politik, kan kotor? Lha saya pengen ada Perda Perpustakaan, UU Perpustakaan, kebijakan pajak buku dibenerin

42. Eh siapa tau saya bisa bikin perpustakaan dewan yang ‘oke’. Ajak teman-teman  dewan beramal bikin perpustakaan di dapilnya. Ini mimpi-mimpi saya saja sih.

43. Kalau saat ini banyak orang mendesak saya bikin ini itu, minta macam-macam utk pencalegan saya, sori lebih penting buat saya!

44. Kalau masih ada juga yang mikir saya cari untung di pilgub untuk pencalegan saya, sini pinjam untuk nimpuk mereka.

45. memang bangkrut tapi akan hidup lagi. Entah gimana caranya. Saya akan pindah tinggal di desa. Buku2 itu akan lebih bermanfaat di sana

46. Pelan-pelan saya akan menulis lagi. Jual buku lagi. Bikin event lagi. Bangun lagi. Nabung, cari rumah di desa. Pasti ada jalan. Never give up

47. Ini hari berduka untuk dan sahabat2nya, tapi bukan akhir perjuangan. Pasti bisa. Pelan2 diusahakan. Dunia belum berakhir. Ok coy…!

48. Saya gagal bangun karena menejemen saya mungkin kurang baik, mesti belajar lagi. Mungkin pada ahlinya seperti atau

diana sasa49. Bahwa saya mencintai buku, dan dedikasi penuh di situ, mungkin masih banyak yang ragu. Padahal bahkan di partai pun saya pegang bidang penerbitan buku 😀

50. itu di buku, Diana buku, jadi aku dan buku adalah 2 dalam 1. Salam buku. Jangan berhenti bergerak sampai jantung berhenti brdetak.

 

Sumber : Twiter @Dianasasa Selasa,  3 September 2013

###

@htanzil