Berikut adalah twit Diana AV, Sasa ( ) penulis, pejuang literasi, dan aktivis partai,  Dalam twit-nya ini ia menceritakan tentang perjuangannya mempertahankan dan mengelola perpustakaan dbuku di Surabaya.

Twitternya ini saya copy paste secara utuh, saya hanya mengubah  singkatan-singkatan dalam twit-nya untuk kenyamanan pembaca di blog ini.

Semoga menginspirasi.

 

dbuku

1. itu saya rintis 17 Agustus 2008, Pertemuan pertama deng ,event buku pertama yg mempertemukan saya dg komunitas buku di

2. Awalnya hanya buku koleksi pribadi yang saya pinjamkan pada teman2, Saya catat di buku peminjaman, saya denda kalau telat, rusak, hilang

3.Lalu saya belajar nulis pd selama setahun lebih, sampai jadi buku pertama Para Penggila Buku. Dia meracuni saya, terobsesi punya

4. Hasil penjualan Para Penggila Buku saya belikan buku untuk menambah koleksi .

5. Para Penggila Buku mengantarkan saya ke panggung seminar dan pelatihan. Honornya say belikan buku lagi. Makin banyak koleksi

6. Tahun 2010 saya mendapat hibah dari Depdiknas untuk  membuat  perpustalaan  di mall. pun berdiri mentereng di sudut lt 3 royal plaza

7. Perpustakaan megah, bangunnya mahal, operasional mahal, saya kelabakan mencari pemasukan untuk menutup kebutuhan . Mall tdk bisa dinego.

8. pakai 3 stand dengan  sewa, 2 stand lunas, 1 stand kurang 3 bulan.  Saya kehabisan duit. Pemasukan sepi. Mall tak mau tahu. Bisnis is bisnis

9. Saya terus nego dengan mall untuk brmurah hati memberi  kelonggaran.  Mentok. disegel. Kami tak bisa cari pemasukan. Operasional berhenti total

10.Langkah penyelamatannya adalah mmboyong ke rumah kontrakan saya di  yang sempit di dalam kampung. Angkat kaki dari mall

11. Perlahan-lahan  bisa bernapas lega. Bikin giat. Pinjamkan buku. Terima titipan dan hibah. Nerbitin buku. Lumayan lah

12. Tapi kerja masih belum bisa profit. Saya harus potong penghasilan pribadi untuk  mnghidupi perpustakaan. Tidak  cukup utk survive di 

13. Saya  tidak  berani mencari dana dari Diknas lagi karena program pertama gagal total. Saya tidak punya link ke swasta. Saya hidupi sendiri sebisa saya.

14. Saya nyaris sendirian, memikirkan  dana, program, sampai administrasinya. Entah bagaimana tapi  tetap bisa jalan, eksis meski kembangkempis.

15. Tak banyak yang tau dalam setiap kegiatan  gaji saya slalu tersedot. Yang mereka tahu aktif, pasti banyak dana.

16. Setiap ada kawan minta dibuatkan acara launching sy trima dengan bantu sebisanya. Buat sebagus mungkin. Datangkan massa sebanyaknya

17. Acara selalu ramai dan diliput media. Soal media, itu keahlian saya mengolahnya tanpa harus ada budget. Kawan2 senang. juga eksis

18. jarang untung dari acara buku itu, tekor iya. Tapi  terus berjalan. Dengan begitu mungkin ada sponsor melirik, eh boro2.

19. Kalo ada penulis ke selalu saya todong mampir ke untuk diskusi. Persepsi orang mungkin kaya sehingga bisa datangkan penulis beken.

20. Untung ada , nawi, yg bantu saya suka rela, juga , yang selalu sedia bantu-bantu  kalau saya punya gawe, i lv u all.

21. mereka juga kawan2 yang sering hadir di acara dan terus pinjam buku.  Adalah picu semangat saya untuk terus bergerak. Setengah gila mungkin.

22. Gila karena jelas tak menguntungkan, tapi memberi saya kebahagiaan tak ternilai saat berbagi buku dengan pengtahuan

23. Gita Nawi menikah. Kerja ikut di padma tour. Saya sendirian total. Semakin berat. Tapi harus terus bergerak

24. Waktu berjalan, tak sadar kontrakan rumah habis masa sewa. Mampus lah saya karena saya tak punya sumber besar utku mendanai. terancam

25. Lalu saya ditugaskan DPP partai untuk kawal pilkada . Ini jalan keluar, pikir saya. Berangkatlah saya dan rela 3 bulan jauh dari

26. Selama saya tinggal, tak terurus. Jadi sarang penyamun, tempat mabuk-mabukan. Runtuh sudah segala kewibawaan buku

27. Pilkada Magetan menang, saya bisa nabung untuk kontrakan , tapi masih kurang banyak. Saya ditugaskan lagi ke pilkada 1 bulan.

28. Pilkada kami kalah. Pulang gigit jari. Kontrakan sudah habis masa sewa. Uang belum terkumpul. Operasional terus jalan

29. Tugas mmanggil lagi, pilgub jatim. Saya tinggal lagi  dengan harapan bisa nambah cicilan sewa rumah. Nyaris 8 bulan saya tinggalkan Surabaya

30. Pilgub dapat tugas urus relawan 6 kabupaten di Mataraman. Namanya relawan, tak ada dana yang jelas. Terpaksa tabungan terpakai

31. Naik motor saya keliling 6 kabupaten itu utk . Kemampuan saya terbatas. Relawan tidak maksimal. Kami kalah.

32. Balik kandang, amunisi habis, makin terancam. Negosiasi dengan pemilik rumah gagal. Harus angkat kaki.

33. bangkrut. Rak2 sebagian dijual, buku-buku  sebagian dihibahkan, sebagian dijual, sisanya diboyong ke kampung halaman saya di .

34. Sedih? Pasti. itu hidup saya. Tp kata bangkrut itu biasa. Kota Detroit saja bisa bangkrut kok.

35. Tengah malam nanti akan diangkut truck meninggalkan

36. Saya  tak mau menyaksikan boyongan , takut pingsan! Saya lari menjauh dan mbiarkan semua diurus kuli angkut

37. Sebagian kawan nanya: kamu politisi, kan bisa minta dana hibah dewan utk ? Sudah usaha, ga dapet coy.

38. Sebagian lagi gak percaya bangkrut, ah pencitraan ‘lu aja karen ‘lu kan caleg propinsi, nomor 3 pula, kata mereka <–timpuk buku bantal

39. Banyak orang mengira kalau caleg nomor bagus selalu duit banyak. Eh saya aja kaga tau kok dapat nomor 3 karena apa. Daripada buat nyaleg mending buat

40. Nomor caleg saya memang ditarget jadi, tapi saya juga ga tau gimana caranya jadi tanpa beli pemilih. Saya cuman putakawan , penulis lepas.

41. Ada lagi yang nanya, kok mau di politik, kan kotor? Lha saya pengen ada Perda Perpustakaan, UU Perpustakaan, kebijakan pajak buku dibenerin

42. Eh siapa tau saya bisa bikin perpustakaan dewan yang ‘oke’. Ajak teman-teman  dewan beramal bikin perpustakaan di dapilnya. Ini mimpi-mimpi saya saja sih.

43. Kalau saat ini banyak orang mendesak saya bikin ini itu, minta macam-macam utk pencalegan saya, sori lebih penting buat saya!

44. Kalau masih ada juga yang mikir saya cari untung di pilgub untuk pencalegan saya, sini pinjam untuk nimpuk mereka.

45. memang bangkrut tapi akan hidup lagi. Entah gimana caranya. Saya akan pindah tinggal di desa. Buku2 itu akan lebih bermanfaat di sana

46. Pelan-pelan saya akan menulis lagi. Jual buku lagi. Bikin event lagi. Bangun lagi. Nabung, cari rumah di desa. Pasti ada jalan. Never give up

47. Ini hari berduka untuk dan sahabat2nya, tapi bukan akhir perjuangan. Pasti bisa. Pelan2 diusahakan. Dunia belum berakhir. Ok coy…!

48. Saya gagal bangun karena menejemen saya mungkin kurang baik, mesti belajar lagi. Mungkin pada ahlinya seperti atau

diana sasa49. Bahwa saya mencintai buku, dan dedikasi penuh di situ, mungkin masih banyak yang ragu. Padahal bahkan di partai pun saya pegang bidang penerbitan buku😀

50. itu di buku, Diana buku, jadi aku dan buku adalah 2 dalam 1. Salam buku. Jangan berhenti bergerak sampai jantung berhenti brdetak.

 

Sumber : Twiter @Dianasasa Selasa,  3 September 2013

###

@htanzil