Penghargaan  sastra Khatulistiwa Literary Award  kembali digelar.  Seperti yang sudah menjadi tradisi,  malam penganugerahan KLA 2013  ini kembali digelar di Plaza Senayan, Jakarta  pada Selasa, 26 November 2013.  Leila S. Chudori, novelis yang juga  wartawan senior majalah Tempo dengan novelnya yang berjudul Pulang menjadi pemenang untuk kategori prosa.  Sedangkan untuk kategori Puisi anugerah KLA 2013 diraih oleh penyair Afrizal Malna dengan buku puisinya yang berjudul Museum Penghancur Dokumen

KLA 2013

Pemenang Khatulistiwa Award 2013 ini merupakan hasil seleksi  dari 70 judul buku prosa dan 40 judul buku puisi berdasarkan rekomendasi penerbit maupun pengarang. Damhuri Muhamad, ketua tim juri KLA 2013 mengatakan bahwa proses seleksi dari ratusan buku yang direkomendasikan untuk dinilai oleh para juri bukanlah hal yang mudah.

“Kami berupaya mencari yang istimewa dalam keranjang yang sarat oleh barang-barang tiruan. Kerja yang tak segampang membalik telapak tangan. Bagai mencari jarum yang hilang dalam timbunan jerami,” ujar Damhuri dalam kata sambutannya, 26 November 2013.

Dari kerja keras tim juri maka ke 120 buku yang direkomendasikan penerbit dan pengarang itu akhirnya tim juri  memilih 10 besar karya yang terdiri  masing-masing 10 besar buku prosa dan 10 besar buku puisi  yaitu :

Kategori Prosa

1. Murjangkung (Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu), kumpulan cerpen karya AS.Laksana. (Gagas Media, Januari 2013)

2. Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya, novel karya Dewi Kharisma Michellia. (Gramedia Pustaka Utama, Juni 2013)

3. Pulang, novel karya Leila S Chudori. (Kepustakaan Populer Gramedia, Desember 2012)

4. Kaki yang Terhormat, kumpulan cerpen karya Gus tf Sakai. (Gramedia Pustaka Utama, Juli 2012)

5. Ayahmu Bulan Engkau Matahari, kumpulan cerpen Lily Yulianti Farid. (Gramedia Pustaka Utama, Juli 2012)

6. Amba, novel karya Laksmi Pamuntjak. (Gramedia Pustaka Utama, September 2012)

7. Kinoli, kumpulan cerpen karya Yetti A. Ka. (Javakarsa Media, Juli 2012)

8. Yang Menunggu dengan Payung, kumpulan cerpen karya Zelfeni Wimra. (Gramedia Pustaka Utama, Maret 2013)

9. Pasung Jiwa, novel karya Okky Madasari. (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2013)

10. Kukila, kumpulan cerpen karya M.Aan Mansyur. (Gramedia Pustaka Utama, September 2012)

Kategori Puisi

1. Desis Kata-kata, karya Heni Hendrayani, (Komunitas SLS, Februari 2013)

2. Penyair Midas, karya Nanang Suryadi (Indie Book Corner, April 2013)

3. Museum Penghancur Dokumen, karya Afrizal Malna, (Garudhawaca, April 2013)

4. 9 Kubah, karya Evi Idawati, (Isac Book, Juni 2013)

5. Telapak Air, karya Soni Farid Maulana, (Komunitas SLS, Maret 2013)

6. Ciuman yang Menyelamatkan dari Kesedihan, karya Agus Noor, (Motion Publishing, November 2012)

7. Odong-Odong Fort de Kock, karya Deddy Arsya, (Kabarita, Mei 2013)

8. Munajat Buaya Darat, karya Mashuri, (Gress Publishing, Desember 2012)

9. Kepulangan Kelima, karya Irwan Bajang, (Indie Book Corner: April 2013)

10. Kopi, Kretek, Cinta, karya Agus R Sardjono, (Komodo Books, Juni 2013)

Dari 10 besar ini, tim juri kembali menyeleksi dan melakukan penilaian sehingga dari masing-masing kategori hanya ada lima finalis yang masuk dalam babak akhir sebelum akhirnya hanya dipilih  satu pemenang dari masing-masing kategori.  Lima finalis tersebut adalah :

Kategori Prosa

1. Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya, novel karya Dewi Kharisma Michellia. (Gramedia Pustaka Utama, Juni 2013)
2. Pulang, novel karya Leila S Chudori. (Kepustakaan Populer Gramedia, Desember 2012)
3. Murjangkung (Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu), kumpulan cerpen karya AS.Laksana. (Gagas Media, Januari 2013)
4. Amba, novel karya Laksmi Pamuntjak. (Gramedia Pustaka Utama, September 2012)
5. Pasung Jiwa, novel karya Okky Madasari. (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2013)

Kategori Puisi

1. Munajat Buaya Darat, karya Mashuri, (Gress Publishing, Desember 2012)
2. Kopi, Kretek, Cinta, karya Agus R Sardjono, (Komodo Books, Juni 2013)
3. Museum Penghancur Dokumen, karya Afrizal Malna, (Garudhawaca, April 2013)
4. Telapak Air, karya Soni Farid Maulana, (Komunitas SLS, Maret 2013)
5. Odong-Odong Fort de Kock, karya Deddy Arsya, (Kabarita, Mei 2013)

Dari kelima finalis ini akhirnya tim Juri sepakat untuk memilih Novel Pulang karya Leila S. Chudori  dan buku  puisi Museum Penghancur Dokumen karya Afrizal Malna sebagai pemenangnya.

Menurut tim juri Buku puisi Museum Penghancur Dokumen karya Afrizal dipilih karena mampu melukiskan kehidupan dunia modern dan masyarakat urban dengan nuansa puitik. Sedangkan novel Pulang karya Leila memiliki kekuatan yang membaurkan fragmen peristiwa tentang kehidupan orang eksil secara paralel.

pemenangkla(photo by Moco @readingsocially )

Selamat kepada para pemenang, dan selamat juga untuk dunia  Sastra Indonesia.  Semoga melalui anugerah Khatulistiwa Literary Award  ini dunia sastra kita, khususnya para penulis-penulisnya  semakin terpacu untuk menjadi lebih baik lagi dalam menghasilkan karya-karya sastra bermutu yang tidak hanya dikenal dan dibaca di Indonesia melainkan hingga ke mancanegara.

Sebagai informasi tambahan, novel Pulang saat ini sedang dalam proses penterjemahan ke dalam bahasa Jerman. Buku ini nantinya juga akan melengkapi koleksi buku Indonesia, sebagai tamu kehormatan, dalam ajang Frankfurt Book Fair di tahun 2015.

Jayalah Sastra Indonesia!

@htanzil

tulisan ini dikutip dari berbagai sumber.

_____________

PEMENANG KHATULISTIWA LITERARY AWARD 2002-2012

2012
Prosa : Maryam karya Okky Madasari
Puisi : Postkolonial dan Wisata Sejarah karya Zeffrey Alkatiri.

2011
Prosa : Lampuki karya Arafat Nur.
Puisi : – Buli-buli Lima Kaki karya Nirwan Dewanto
– Perempuan yang Dihapus Namanya karya Avianti Armand.

2010
Prosa : Rahasia Selma karya Linda Christanty
Puisi : – Sejumlah Perkutut Buat Bapak karya Gunawan Maryanto
– Buwun karya Mardi Luhung

2009
Prosa : Lembata karya F. Rahardi
Puisi : Dongeng Anjing Api karya Sindu Putra
Penulis Muda Berbakat : Fortunata karya Ria N. Badaria

2008
Prosa : Bilangan Fu karya Ayu Utami.
Puisi : Jantung Lebah Ratu karya Nirwan Dewanto
Penulis Muda Berbakat : Cari Aku Di Canti karya Wa Ode Wulan Ratna

2007
Prosa : Perantau karya Gus tf Sakai.
Puisi : Menjadi Penyair Lagi karya Acep Zamzam Noor.
Penulis Muda Berbakat: Dan Hujan Pun Berhenti karya Farida Susanty.

2006
Prosa : Mandi Api karya Gde Aryantha Soetama
Puisi : Santa Rosa karya Dorothea Rosa Herliany.

2005
Prosa : Kitab Omong Kosong karya Seno Gumira Ajidarma.
Puisi : Kekasihku karya Joko Pinurbo.

2004
Prosa : Kuda Terbang Maria Pinto karya Linda Christanty.
Puisi : Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan karya Sapardi Djoko Damono.

2003
Prosa : Bibir dalam Pispot karya Hamsad Rangkuti.

2002
Prosa : Kerudung Merah Kirmizi karya Remy Silado