SAYA PILIH MENGUNGSIBuku ini merupakan buku yang membahas peristiwa Bandung Lautan Api (BLA), 24 Maret 1946.   Buku ini adalah buku yang paling  utuh dalam membahas peristiwa yang menginspirasi terciptanya lagu perjuangan “Halo-Halo Bandung” yang kini kerap dinyanyikan untuk membangkitkan gelora semangat perjuangan baik dalam acara resmi kenegaraan maupun dalam pertandingan-pertandingan olah raga.

Semenjak   peristiwa BLA 68  tahun yang lalu hanya ada satu buku tipis yang secara khusus mengisahkan peristiwa bersejarah ini yaitu buku Setaoen Peristiwa Bandoeng yang ditulis pada 1947 oleh Samaoen Bakry, seorang wartawan yang kemudian menjadi Wakil Residen Banten. Buku tersebut pernah diterbitkan kembali sesuai dengan aslinya oleh Pengurus Harian BPC Siliwangi pusah pada 1996 dan menjadi sumber primer bagi penulisan buku ini. Semenjak itu tak satupun buku yang secara khusus membahas tentang peristiwa BLA muncul. Dan yang lebih menyedihkan, peristiwa BLA ini tidak tercantum dalam buku Sejarah Nasional Indonesia (1990) yang terdiri dari enam jilid.

Karenanya kita patus bersyukur atas terbitnya buku “Saya Pilih Mengungsi” yang ditulis oleh sebuah tim yang terdiri dari para akademisi sejarah dari generasi muda. Buku yang diberi kata pengantar oleh Jenderal Besar TNI (Purn) A.H. Nasution ini   pertama kalinya diterbitkan oleh Penerbit Bunaya dua belas tahun yang lalu, tepatnya pada 2002.  Kini buku ini kembali dicetak ulang   atas kerjasama antara Balai Pengelolaan Kepurbakalaan dan Nilai Tradisional Disbupar Jabar dengan  Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung (Bandung Society for Heritage Conversation).

blabuku

Apa isi buku ini? Mari kita tengok deskripsi dan daftar isinya :

Judul : Saya Pilih Mengungsi : Pengorbanan Rakyat Bandung untuk Kedaulatan

Penulis : Ratnayu Sitaresmi, Aan Abdurachman, Ristadi Widodo Kinartojo, Ummy Latifah Widodo

Penyelia/Supervisor : Soewarno Darsopajitno

Kata Pengantar : Jenderal Besar TNI (Purn.) A.H. Nasution

Penerbit : PAguyuban Pelestarian Budaya Bandung

Cetakan : II, Des 2013

Tebal : 254 hlm

“Saya memahami apabila orang yang tidak mengetahui dan mengalami secra jelas prolog dari Peristiwa Bandung Lautan Api akan berintepretasi bermacam-macam atau berbeda-beda. Karena itu, saya salut dan mendukung upaya maksimal yang dilakukan penulis serta keinginan para pakar sejarah untuk menggali lebih jauh sebuah peristiwa sejarah dengan benar, jujur, dan apa adanya”

~ A.H. Nasuiton

 

Sebuah buku yang menungkap gamblang fakta sejarah dan fenomena-fenomena menarik seputar Bandung Lautan Api.

Peristiwa Bandung Lautan Api, tanggal 24 Maret 1946, dalam peta sejarah Indonesia, hanyalah sebuah titik kecil di antara peristiwa heroik besar lainnya. Hal ini salah satunya dapat dilihat dari tidak tercantumnya peristiwa buku ini Sejarah Nasional Indonesia (1990) yang terdiri dari enam jilid. Selain itu peristiwa pembakaran kota Bandung yang tidak tampak bekasnya secara fisik pada bangunan-bangunan tua, menyebabkan pertanyaan: Bagaimanakah Peristiwa Bandung Lautan Api sebenarnya terjadi? Lalu, mengapa penduduk Bandung bersedia mengungsi tidak seperti rakyat Surabaya yang mau bertempur sampai mati?

Sebagai warga Bandung, para sukarelawan dari Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung (Bandung Society for Heritage conservation) berusaha menggali fakta sejarah ini. Uniknya penulis buku ini merupakan orang-orang muda yang justru lahir jauh setelah Peristiwa Bandung Lautan Api berlangsung.

Buku ini ditulis dengan pendekatan sejarah yang memiliki nilai plus karena menggali fakta, data, dan informasi dari sumber asli. Berbagai wawancara dengan pelaku sejarah dan saksi mata sejarah, mulai dari rakyat biasa yang ikut mengungsi, pelajar, pejuang, wartawan, sampai dengan diplomat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dala, dalam proses kerja penyusunan Jejak Perjuangan Bandung Lautan Api. Bahkan secara khusus wawancara juga dilakukan dengan tokoh pengambil keputusan dalam Peristiwa Bandung LAutan Api, Jenderal Besar TNI (Purn.) A.H. Nasution. Buku ini menjadi penting dibaca oleh para generasi muda, para pendidik, siswa maupun mahasiswa, dan peminat sejarah.

Daftar Isi :

Pengantar Jenderal Besar TNI (Purn) A.H. Nasution

Pengantar Legiun Veteran H. Soewarno Darsoprajitno

Kata Sambutan Kepala Disbudpar Provinsi Jawa Barat

Kata Sambutan Ketua Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung

Prakata penulis

Bagian I : Pendahuluan

– Sistematika Penulisan

Bagian II : Sekilas Bandung

– Alam Bandung

– Kondisi Sosial Politik Bandung

Bagian III: Penguasaan Bandung

– Dari Mataram ke Belanda

– Runtuhnya Hindia Belanda

– Di Tangan “Saudara Tua”

– Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

– Insiden Seputar Proklamasi

– Pemerintah, BKR, dan Badan Perjuangan

– Organisasi Militer di Kota Bandung

Bagian IV : Ultimatum Inggris

– Pasukan Inggris di Indonesia

– Pasukan Inggris di Bandung

– Ultimatum Pertama

– Nilai Keberanian

– Ultimatum Kedua

– Reaksi Penduduk bandung

– Pembakaran Kota Bandung

Bagian V : Pengosongan Bandung

– Mengungsi ke Luar Bandung

– Siapa yang Tidak Mengungsi?

Bagian VI : Di Pengungsian

– Penduduk Sipil

– Bersiasat di Pengungsian

– Dapur Umum Laswi

– “Halo-Halo Bandung”

Bagian VI : Pulang ke Bandung

– Keinginan untuk Pulang

– Gangguan Selama Perjuangan Pulang

– Di Bandung kembali

– Pulang ke Rumah

– Kondisi Sosial Ekonomi Setelah Mengungi

Bagian VIII : Penutup

– Perjuangan yang Lebih Rasional

– Reaksi Raykat Terhadap Upaya Menegakkan Kembali Kekuasaan Belanda

– Dampak Peristiwa Bandung Lautan Api terhadap Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

– Daftar Pustaka

– Narasumber

– Sumber Foto

– Glosarium

– Tim Penulis

###

@htanzil