hb ii daendelsYOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menemukan harta karun berupa buku kumpulan surat Daendels pada tahun 1881. Buku kumpulan surat tersebut, berisi korespoendensi Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada saat itu.

“Penemuan kumpulan surat Herman Willem Daendels dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X ini, seperti kita menemukan harta karun,” jelas Kepala BPAD DIY, Budi Wibowo usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Pemda DIY, Selasa (23/2).

Menurut dia, kini BPAD DIY sedang menerjemahkan kumpulan surat Herman Willem Deandels dengan Sri Sultan Hamengku Buwono II. Dalam waktu bersamaan BPAD DIY, juga sedang memburu buku maupun manuskrip yang berkaitan dengan DIY dari Museum Tropen Belanda.

Sepertinya kepindahan lokasi perpustakaan daerah DIY ke lokasi baru di Grhatama Pustaka, Jalan Janti, Banguntapan, Bantul, membawa berkah tersendiri. Karena saat membawa semua koleksi yang dimiliki BPAD DIY justru menemukan harta karun yang berupa buku kumpulan surat Herman Willem Daendels dengan Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Lebih lanjut Kepala BPAD DIJ Budi Wibowo mengatakan, buku tersebut sebetulnya sudah lama menjadi koleksi BPAD DIY. Tetapi baru diketahui saat proses perpindahan ke Grhatama Pustaka awal tahun ini. Menurut Budi, buku tersebut berbahasa Belanda. Pihaknya hanya akan khusus menerjemahkan untuk surat menyurat Daendels dengan Keraton Yogyakarta. “Nanti yang diterjemahkan khusus komunikasi dengan HB II,” katanya menjelaskan.

Budi mengaku penemuan buku kumpulan ini, juga sudah diberitahukan ke Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Menurut dia, Raja Keraton Yogyakarta berharap dengan diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, bisa menjadi kajian atau melihat kebijakan Keraton Yogyakarta pada saat itu. “Saya kira bagus untuk melihat komunikasi antara Keraton dan Daendels, serta kebijakan-kebijakan yang dihasilkan,” katanya. (Sugiarto/CN38/SM Network)

 @htanzil