Kamis, 20 Okt 2016 14:17 WIB  ·   Andi Saputra – detikHOT

Frankfurt – Meja dan kursi berderet di lorong stand Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) 2016. Di meja itu transaksi dagang antarpenerbit dari antarnegara dilakukan. Meja itu juga menjadi jendela bagi Indonesia untuk memasuki panggung dunia.

Salah satu karya dari Indonesia yang terjual hak ciptanya adalah novel ‘Gadis Kretek’.

“Translation rights novel “Gadis Kretek” karya Ratih Kumala resmi dibeli MonsoonBooks UK,” kata Ketua Koordinator International Fair Komisi Buku Nasional (KBN) Sari Meutia di lokasi pameran, Kamis (20/10/2016).

gadis-kretek‘Gadis Kretek’ berkisah tentang perusahaan pabrik kretek Djagad Raja di tahun 1960-an. Kisah dimulai saat pemilik perusahaan, Soeraja sedang sekarat. Dalam menanti ajalnya, ia mengigaukan sebuah nama wanita “Jeng Yah”. Nama itu mengagetkan seluruh keluarga karena nama wanita yang seharusnya tak lagi boleh diucapkan dari mulut Soeraja karena ia telah memiliki 3 anak dewasa. Nama itu membuat satu kaluarga mencari guna menyelamatkan perusahaan rokok terbesar di Indonesia kala itu.

Novel ‘Gadis Kretek’ diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Selain Gramedia, penerbit lain yang terlibat trasaksi adalah Kanisius. Penerbit yang berkantor di Yogyakarta ini menyatakan, sejumlah buku anak dan novel dilirik calon mitranya dari Tiongkok dan Malaysia. Du Yun, dari China San Xi Normal University, menyatakan tertarik untuk buku pendidikan karakter yang berbahasa Inggris. Alasan mereka, sejumlah nilai dan konteks yang tertuang dalam buku terbitan Kanisius relevan dengan budaya di negara-negara sesama Asia.

“Kali ini, kami bawa 80 judul dengan 15 di antaranya berseri. Jumlah ini separuh lebih kecil dari tahun lalu ketika kami ikut merayakan Indonesia sebagai tamu kehormatan,” kata Kepala Departemen Pendidikan PT Kanisius, Rosalia Emmy Lestari.

Pertemuan antarpenerbit juga melibatkan sejumlah agen. Hal ini terlihat melalui pembicaraan antara Direktur Borobudur Agency Nung Atasana dengan mitranya, Izai Amorim dari Munich, Jerman.

“Tugas kami memediasi penerbit lintas negara untuk menjual hak cipta mengenai topik-topik yang aktual dan digemari pembaca,” ujar Izai yang dibenarkan oleh Nung.

Selain dari Indonesia, ribuan penerbit tumpah ruah di areal FBF seluas 37 hektare. Tidak hanya penerbit, industri yang terkait dengan penerbitan seperti percetakan dan teknologi e-book juga hadir. Layaklah bila FBF menjadi pameran dagang terbesar di dunia untuk industri penerbitan dan telah digelar berabad-abad lamanya.

Sumber : Hot Detik.com

Review Novel Gadis Kretek bisa dibaca di sini

@htanzil